ASSALAMUALAIKUM....! SELAMAT DATANG DI BLOG YANG SEDERHANA INI. SEMOGA BISA MEMBERI MANFAAT DAN INSPIRASI BAGI ANDA. SILAHKAN TINGGALKAN KOMENTAR. KARENA KOMENTAR ANDA SANGAT BERMANFAAT UNTUK BELAJAR LEBIH BAIK. TERIMAKASIH ATAS KUNJUNGAN ANDA

KITA PASTI BISA

Apakah kita bisa untuk mengemban misi kita? Insya Allah kita bisa, karena Allah Mahatahu, Allah tahu sampai dimana potensi dan kemampuan kita. Jika kita tidak merasa mampu berarti kita belum benar-benar mengoptimalkan potensi kita.

VISI DAN MISI

Merumuskan Visi dan Misi adalah salah satu bentuk dalam mengambil keputusan, bahkan pengambilan keputusan yang cukup fundamental. Visi dan Misi Anda akan menjiwai segala gerak dan tindakan di masa datang.

PERJALANAN

Tengoklah kembali perjalanan Anda saat ini, akan menuju kemana? Apakah ke arah yang lebih baik, atau ke arah yang lebih buruk, atau tetap saja seperti saat ini? Tetapkanlah sebuah putusan dan jalanilah menuju konsekuensinya.

Mengubah Pergerakan Pragmatis ke Ideologis

Cinta terbesar dan cinta hakiki bagi orang yang beriman ialah cinta kepada Allah. Sehingga cinta kepada Allah-lah yang seharusnya menjadi motivator terbesar dan tidak terbatas.

PANTAI PERMIS BANGKA, DAN PASIR TIMAH

Di sebelah Barat pulau Bangka, tepatnya disebuah desa yang hampir semua bibir menyebut nama Desa tersebut, tentu hal ini tidak asing bagi masyarakat Bangka. Permis, begitulah nama desa itu disebut.

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 01 Februari 2014

Hasbunallah Wa ni'mal wakill

ASSALAMUALAIUKM. 


Teruntuk sahabatku semua alangkah baiknya jika merenungi kalimat berikt ini. Agar kita tidak mudah putus asa akan rahmat Allah, begitu juga dalam setiap usaha dan perjuangan kita, terutama di jalan Allah ini


Hasbunallah wa ni’mal wakiil (Yaitu) orang-orang (yang mentaati Allah dan Rasul) yang kepada mereka ada orang-orang yang mengatakan

: "Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka", maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab: "Cukuplah Allah menjadi Penolong kami dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung". Maka mereka kembali dengan nikmat dan karunia (yang besar) dari Allah, mereka tidak mendapat bencana apa-apa, mereka mengikuti keridhaan Allah. Dan Allah mempunyai karunia yang besar. (QS. Ali “Imran:173-174)

Mengapa harus cemas, mengapa harus takut, mengapa harus khawatir ? Bukankah ada Allah SWT yang menjadi penolong dan pelindung kita? Seperti yang dilakukan oleh Rasulullah saw dan para sahabatnya saat perang Uhud dimana pasukan kafir sudah bersiap menyerang, perkataan yang keluar dari mereka ialah hasbunallah wa ni’mal wakiil.

Kita adalah makhluq lemah, kita tidak memiliki kekuatan. Kekuatan hanya milik Allah Yang Maha kuat, maka serahkanlah segala urusan kepada-Nya. Karena siapa lagi yang mampu menolong dan menjadi pelindung untuk segala urusan kita selain Allah? Insya Allah jika kita bertawakal ke Allah SWT, maka Dia akan menjadi Penolong dan Pelindung kita.

Setelah merenungi ayat ini, tidak lagi kita perlu takut. Kita bisa melangkah di muka bumi ini dengan langkah yang berani. Bukan berani karena rasa takabur atau sombong, tetapi berani karena Allah menjadi Penolong dan Pelindung. Siapa atau apa yang mampu mengalahkan kekuasaan-Nya? Tidak, tidak ada sesuatu pun. Lalu mengapa kita harus takut, cemas, atau khawatir ?

Kesusahan, bencana, kemiskinan, dan kesulitan lainnya adalah kecil dihadapan Allah. Serahkanlah semuanya kepada Allah Yang Maha Kuat dan Maha Kaya jika kita ingin mampu menghadapi kesusahan dan bencana. Tidak perlu takut menghadapi musuh-musuh Allah saat berdakwah, sebab siapa yang mampu mengalahkan Pelindung dan Penolong kita ?

Tidak ada lagi alasan untuk takut, tidak alasan untuk tidak semangat, tidak alasan untuk khawatir akan hari esok, sebab kita sebenarnya sudah memiliki Pelindung dan Penolong. Mari kita jadikan kalimat “hasbunallah wa ni’mal wakiil” sebagai semboyan hidup kita. Jika harta kita sedikit, hutang yang banyak, maisyah yang terhambat, mengadulah kepada Penolong dan Pelindung kita.

Saat kita mau berdakwah, rintangan dan halangan selalu ada. Tetapi sekarang hal ini tidak lagi bisa menjadi alasan kita untuk tidak berdakwah karena Allah yang menjadi Pelindung dan Penolong kita. Tidak peduli musuh kita banyak. Tidak peduli musuh kita kuat. Tidak peduli kita hanya sendiri. Jika Allah Pelindung dan Penolong kita, semua musuh akan bisa dikalahkan. Tidak akan yang mampu menahan kehendak Allah SWT.

Ingatlah Penolong dan Pelindung mu itu
Mengapa kita sering kali tetap khawatir dan takut? Mungkin karena kita sering lupa bahwa kita memiliki Penolong dan Pelindung. Oleh karena itu kita harus mengingat-Nya terus agar hati kita tenang. Tidak ada suatu pekerjaan yang bisa membuat hati kita tenang selain kita mengingat-Nya.

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram. (QS. Al Ra’d:28)

Bahkan saat kita menghadapi musuh perang, yang kita perlukan adalah mengingat Allah agar kita bisa memenangkan perang tersebut.

Hai orang-orang yang beriman. apabila kamu memerangi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung. (QS Al Anfaal:45)

Hanya Allah-lah yang mampu memberikan ketengan kepada kita, Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan member balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya). (QS. Al Fath:18)

Berjalanlah. Bertindaklah. Mencobalah. Sambil mengingat Penolong dan Pelindung kita, bukan hanya ketenangan yang kita dapat, juga kemenangan. Karena, Allah yang menghidupkan kita, yang mematikan kita, yang member rezeki, yang menentukan apa yang terbaik bagi kita. Kenapa harus takut ?

Sekarang, saatnya kita hidup dimuka bumi ini tanpa rasa khawatir, Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. Yunus:62)

Minggu, 01 September 2013

UKHUWAH


ASSALAMUALAIKUM.  

Setelah sekian beberapa lama fakum karena puasa dan lebaran akhirnya bisa update blog lagi. sebelumnya saya mengucapkan minal aidzin walfaidzin buat kawan2 di dunia maya, meskipun telat yang penting bermaafanya. posting kalin ini mengenai indahnya ukhuwah antar umat islam. karena sejatinya setiapmuslim adalah bersaudara. pelajaran ini bisa diambil dari kisah para sahabat-sahabat nabi Muhammad SAW.

 Ini adalah sebuah kisah tentang kepemimpinan Ali ibn Abi Thalib dalam Khulafaurrasyidin yang sangat patut kita teladani.

Tidak ada khalifah yang paling mencintai ukhuwwah, ketika orang berusaha menghancurkannya, seperti Ali ibn Abi Thalib. Baru saja dia memegang tampuk pemerintahan, beberapa orang tokoh sahabat melakukan pemberontakan. Dua orang di antara pemimpin Muhajirin meminta izin untuk melakukan umrah. Ternyata mereka kemudian bergabung dengan pasukan pembangkang. Walaupun menurut hukum Islam pembangkang harus diperangi, Ali memilih pendekatan persuasif. Dia mengirim beberapa orang utusan untuk menyadarkan mereka. Beberapa pucuk surat dikirimkan. Namun, seluruh upaya ini gagal. Jumlah pasukan pemberontak semakin membengkak. Mereka bergerak menuju Basra.

Dengan hati yang berat, Ali menghimpun pasukan. Ketika dia sampai di perbatasan Basra, di satu tempat yang bernama Alzawiyah, dia turun dari kuda. Dia melakukan shalat empat rakaat. Usai shalat, dia merebahkan pipinya ke atas tanah dan air matanya mengalir membasahi tanah di bawahnya. Kemudian dia mengangkat tangan dan berdo'a: "Ya Allah, yang memelihara langit dan apa-apa yang dinaunginya, yang memelihara bumi dan apa-apa yang ditumbuhkannya. Wahai Tuhan pemilik 'arasy nan agung. Inilah Basra. Aku mohon kepada-Mu kebaikan kota ini. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatannya. Ya Allah, masukkanlah aku ke tempat masuk yang baik, karena Engkaulah sebaik-baiknya yang menempatkan orang. Ya Allah, mereka telah membangkang aku, menentang aku dan memutuskan bay'ah-ku. Ya Allah, peliharalah darah kaum Muslim."

Ketika kedua pasukan sudah mendekat, untuk terakhir kalinya Ali mengirim Abdullah ibn Abbas menemui pemimpin pasukan pembangkang, mengajak bersatu kembali dan tidak menumpahkan darah. Ketika usaha ini pun gagal, Ali berbicara di hadapan sahabat-sahabatnya, sambil mengangkat Al-Qur'an di tangan kanannya: "Siapa di antara kalian yang mau membawa mushaf ini ke tengah-tengah musuh. Sampaikanlah pesan perdamaian atas nama Al-Qur'an. Jika tangannya terpotong peganglah Al-Qur'an ini dengan tangan yang lain; jika tangan itu pun terpotong, gigitlah dengan gigi-giginya sampai dia terbunuh."

Seorang pemuda Kufah bangkit menawarkan dirinya. Karena melihat usianya terlalu muda, mula-mula Ali tidak menghiraukannya. Lalu dia menawarkannya kepada sahabat-sahabatnya yang lain. Namun, tak seorang pun menjawab. Akhirnya Ali menyerahkan Al-Qur'an kepada anak muda itu, "Bawalah Al-Qur'an ini ke tengah-tengah mereka. Katakan: Al-Qur'an berada di tengah-tengah kita. Demi Allah, janganlah kalian menumpahkan darah kami dan darah kalian."

Tanpa rasa gentar dan penuh dengan keberanian, pemuda itu berdiri di depan pasukan Aisyah. Dia mengangkat Al-Qur'an dengan kedua tangannya, mengajak mereka untuk memelihara ukhuwwah. Teriakannya tidak didengar. Dia disambut dengan tebasan pedang. Tangan kanannya terputus. Dia mengambil mushaf dengan tangan kirinya, sambil tidak henti-hentinya menyerukan pesan perdamaian. Untuk kedua kalinya tangannya ditebas. Dia mengambil Al-Quran dengan gigi-giginya, sementara tubuhnya sudah bersimbah darah. Sorot matanya masih menyerukan perdamaian dan mengajak mereka untuk memelihara darah kaum Muslim. Akhirnya orang pun menebas lehernya.

Pejuang perdamaian ini rubuh. Orang-orang membawanya ke hadapan Ali ibn Abi Thalib. Ali mengucapkan do'a untuknya, sementara air matanya deras membasahi wajahnya. "Sampai juga saatnya kita harus memerangi mereka. Tetapi aku nasihatkan kepada kalian, janganlah kalian memulai menyerang mereka. Jika kalian berhasil mengalahkan mereka, janganlah mengganggu orang yang terluka, dan janganlah mengejar orang yang lari. Jangan membuka aurat mereka. Jangan merusak tubuh orang yang terbunuh. Bila kalian mencapai perkampungan mereka janganlah membuka yang tertutup, jangan memasuki rumah tanpa izin, janganlah mengambil harta mereka sedikit pun. Jangan menyakiti perempuan walaupun mereka mencemoohkan kamu. Jangan mengecam pemimpin mereka dan orang-orang saleh di antara mereka."

Sejarah kemudian mencatat kemenangan di pihak Ali. Seperti yang dipesankannya, pasukan Ali berusaha menyembuhkan luka ukhuwwah yang sudah retak. Ali sendiri memberikan ampunan massal. Sejarah juga mencatat bahwa tidak lama setelah kemenangan ini, pembangkang-pembangkang yang lain muncul. Mu'awiyah mengerahkan pasukan untuk memerangi Ali. Ketika mereka terdesak dan kekalahan sudah di ambang pintu, mereka mengangkat Al-Qur'an, memohon perdamaian. Ali, yang sangat mencintai ukhuwwah, menghentikan peperangan. Seperti kita ketahui bersama, Ali dikhianati. Karena kecewa, segolongan dari pengikut Ali memisahkan diri. Golongan ini, kelak terkenal sebagai Khawarij, berubah menjadi penentang Ali. Seperti biasa, Ali mengirimkan utusan untuk mengajak mereka berdamai. Seperti biasa pula, upaya tersebut gagal.

Selasa, 02 Juli 2013

KITA BUTUH PERUBAHAN KAWAN

 
Assalamualaikum...Frends !

Setuju nggak kalo kita katakan bangsa ini butuh perubahan?! Atau kamu2 mau tetap hidup dalam keadaan doomed ini? Tentu tidak khan.

Semua manusia secara fitrah menginginkan perubahan. Ia akan selalu berpikir tentang masa depan; baik jangka pendek maupun jangka panjang. Manusia tidak akan pernah puas dengan realitas kehidupan yang dialaminya, sebaik apa pun itu. Jika kehidupannya baik, dia tentu menginginkan yang lebih baik. Jika kehidupannya buruk, dia tentu menginginkan kebaikan.



Berpikir tentang perubahan sangatlah penting bagi kehidupan. Perubahan identik dengan dinamika. Dengan dinamika itulah manusia akan dianggap eksis. Sebaliknya, kemandekkan identik dengan kematian. Sebab, kehidupan yang stagnan dan sikap pasrah terhadap takdir merupakan bencana yang paling berbahaya yang dapat menjerumuskan bangsa2 yang ada dan umat manusia secara keseluruhan ke dalam jurang kehancuran; lenyap bersama berlalunya waktu.

Manusia tidak akan pernah berpikir tentang perubahan kecuali jika ia menyadari bahwa di dalam kehidupannya terjadi kerusakan atau kebobrokan. Karena itu, diperlukan adanya penginderaan terhadap kerusakan yang terjadi di masyarakat. Manusia tidak mungkin bisa memahami fakta yang sesungguhnya terjadi tanpa adanya upaya untuk mengindera fakta tersebut atau, paling tidak, merasakan efeknya. Dengan begitu, manusia akan selalu berpikir untuk mengubahnya.

Oleh karena itu, berpikir tentang perubahan merupakan jenis berpikir yang sangat menentukan. Berpikir tentang perubahan tidak akan bisa dinikmati oleh orang-orang bodoh dan malas. Sebab, perubahan itu sendiri akan terasa berat bagi mereka.

Sedangkan bagi mereka yang telah teracuni oleh tradisi atau terbelenggu dalam status quo, berpikir tentang perubahan akan dipandang menghancurkan diri, sebab dapat menimbulkan pergeseran posisi mereka. Oleh karena itu, hanya orang2 yang malas dan taraf berpikirnya rendah sajalah yang anti-perubahan.

Kita sudah melihat berbagai peralihan pemerintahan di negeri ini. Mulai dari Orde Lama ke Orde Baru ke Orde Reformasi. Semua peralihan ini sebenarnya didasari keinginan untuk merubah keadaan diri untuk menuju kondisi yang lebih baik.

Partai2 politik pun bermunculan dalam rangka ingin melakukan perubahan terhadap kondisi masyarakat yang sedang terpuruk ini. Banyak orang berharap, Pemilu akan menghasilkan banyak perubahan. Bahkan tak sedikit yang yakin bahwa Pemilu merupakan jalan satu2nya untuk melakukan perubahan. Carut-marut dan kekacauan ekonomi yang selama ini terjadi diharapkan sirna melalui Pemilu yang akan melahirkan para pemimpin rakyat yang baru.

Walhasil, perubahan merupakan suatu hal sangat alamiah bagi manusia. Masalahnya, perubahan yang bagaimana yang seharusnya dilakukan, khususnya oleh kita saat ini, agar menjadi lebih baik? ok, jika sobat ingin tahu, lihat posting lain sebelum ini dengan judul Metode Perubahan Yang Benar.

METODE PERUBAHAN YANG BENAR DAN SEJATI

 
Assalamualaikum...!


Postingan selanjutnya mengenai metode perubahan. Agar kawan-kawan tahu bagaimana metode perubahan yang benar itu. Sehingga perubahan kita itu merupakan perubahan sejati, bukan yang bersifat sementara. Berpikir tentang perubahan tentu meniscayakan dimulai dengan adanya perubahan paradigma yang menjadi landasan hidup manusia. Paradigma yang menjadi landasan kehidupan manusia inilah yang memungkinkan terjadinya kebangkitan ataupun kemunduran kehidupan itu sendiri.



Dengan demikian, yang pertama kali harus dibidik adalah paradigma mendasar yang ada di tengah-tengah masyarakat. Apabila paradigma mendasar ini telah sejalan dengan fitrah manusia, maka ia tidak perlu diubah. Perubahan hanyalah dilakukan pada hal-hal yang dipandang tidak sahih, tidak lurus.

Apabila paradigmanya telah berubah dan posisinya telah digantikan oleh sebuah paradigma yang pasti kebenaran dan kelurusannya, barulah kita berpikir tentang perubahan masyarakat atau perubahan berbagai realitas yang ada.

Perubahan masyarakat atau berbagai realitas yang dimaksud hanya mungkin terjadi dengan cara mengubah berbagai standar perilaku, pemahaman, dan keyakinan yang berkembang di tengah-tengah masyarakat. Apabila telah terwujud paradigma yang sahih dan benar, maka akan terwujud pula satu standar perilaku, pemahaman, dan keyakinan yang mendasar bagi seluruh standar perilaku, pemahaman, dan keyakinan yang ada.

Kalau kita kembali ke contoh kasus teman misalnya, dan kita ingin merubahnya agar dia bisa terbebas dari jeratan sang pengelola haus harta. Yang harus kita lakukan adalah menghadirkan pada dirinya perasaan terjajah. Kita harus bisa membuka mata dan pikirannya bahwa selama ini dia dibodohi oleh sang pengelola. Dia harus benar2 merasakan bara amarah dalam dirinya hingga ada keinginan untuk membebaskan diri.

Selama kita tidak mampu menghadirkan rasa marah itu, selama itu pula dia akan ngerasa nyaman2 aja, dan tidak akan terjadi perubahan apapun.

Begitu pula dengan negerimu ini sobat. Kalau seandainya jutaan penghuni negeri kolam susu ini tidak juga sadar bahwa mereka sedang dijajah, diinjak dan  dihisap, alamat bakal doomed dan tidak terselamatkan, deh. Suwer! Ujung2nya kamu bakalan nyicil seumur idup tuh Rp 1600 triliun hutang bapak2 berdasi.

Karena itulah kita di sini rajin banget ngasih bacaan ke kamu2 semua tentang hal2 yang dekat dengan kehidupan kamu yang menyesakkan dan menyakitkan, tapi seringkali nggak disadari banyak orang. Kami ingin membuka mata dan pikiran sobat2 semua bahwa kita benar2 harus melakukan perjuangan untuk perubahan. Sekarang juga!

Prosesnya pertama2, otak kita yang udah banyak kemasukan virus Trojan dan sering Syntax Error ini harus diformat ulang dan diisi dengan Operating System yang virus free. Pilih Aqidah Islam, bebas virus tuh pren. Dan nginstallnya pun kudu bener. Harus tertanam kuat dan mantap. Jangan asal klik2 next aja tanpa tutorial. Artinya, cari tutor yang handal.

Aqidah ini musti jadi dasar pikiran kita. Jangan masukan software2 pikiran lain sebelum kamu masukin aqidah Islam ke otak kamu. Lalui hari2mu terus dengan penanaman aqidah. Kalau memang sudah mantap, kamu barengi deh dengan pemikiran2 Islam lainnya, seperti fiqh, sirah, tafsir, dll.

Dengan isi otak yang baru ini, tataplah dunia sekitarmu. Kamu pasti akan dapat melihat dengan jelas bahwa sistem kehidupan yang sekarang mengangkangi bumi ini adalah benar2 sistem yang rusak. Sistem yang hanya dijalankan oleh segelintir orang kaya-rakus ini tengah menghisap kekayaanmu, orangtuamu, saudara2mu, tetangga2mu, bahkan seluruh penduduk bumi.

Rasakan bara kemarahan dalam hatimu terhadap sistem yang rusak ini. Jadikan itu sebagai energimu untuk melakukan perubahan. Perubahan menuju kebaikan. Perubahan menuju Islam. Berdakwahlah bersama pejuang2 ikhlas lain yang tengah mencurahkan segenap kemampuan mereka untuk Islam ini.

Perjuangan inilah yang menunjukkan bahwa kita kaum muslimin, hidup. Tanpa perjuangan, sebenarnya kita mati. Oleh karena itu, sekali lagi, setiap Muslim sudah selayaknya untuk senantiasa berpikir tentang perubahan. Jangan lengah!

Senin, 01 Juli 2013

BACALAH DAN TULISLAH !

Asslamualaikum....sobat-sobat semua ! kali ini postingan saya tentang baca dan tulis. Tentunya kawan-kawan semua harus bisa baca dan tulis kan !, Namun sangat disayangkan sekali kalau kita sudah bisa baca dan tulis tetapi kita tidak mau mengembangkanya dengan sering melatih untuk membaca dan menulis. Karena jika seseorang jika ingin bertambah ilmunya dan bisa mewariskan ilmunya ke orang lain, dia harus rajin membaca dan menulis. 

Sebenarnya menulis adalah \'anak kandung\' membaca. Dengan banyak membaca banyak pula hal yang dapat kita tulis. Ibarat bercocok tanam, membaca adalah proses menanam, sedangkan menulis adalah buahnya. Kebangetan deh kalo kita nggak ingat dengan perintah pertama yang diberikan Allah kepada Rasul-Nya di gua Hira? (QS Al-Alaq ayat 1-5) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah, Yang mengajarkan manusia dengan perantaraan kalam (pena/pulpen). Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Keinginan manusia untuk menuliskan sesuatu yang ada dalam benaknya adalah fitrah. Sejak jaman dahulu kala, kegiatan baca tulis sudah berlangsung. 

Sejarah baca dan tulis ini sudah ada sejak sebelum masehi loh...! Sekitar 4000 tahun sebelum Masehi, Bangsa Sumeria yang tinggal di lembah Sungai Tigris dan Eufrat merupakan bangsa yang pertama kali menciptakan tulisan. Bentuk tulisannya segi tiga seperti paku. Media yang dipake buat nulis bukan kertas (apalagi kertas print-out komputer) tapi lempengan tanah liat lunak lalu dijemur. Isi naskahnya pun macam-macam, ada perjanjian bisnis (ingat perintah Allah untuk menuliskan hutang piutang dalam QS al-Baqarah 282), ada kalender pertanian, ada resep obat sampai peraturan atau hukum. Wuiihh...canggih, ya? Seiring perkembangan budaya, bangsa lain pun mengenal aktivitas tulis menulis ini. 

Karena ada tulisan paku dari Bangsa Assyria, goresan naskah Bangsa Hittite, tulisan Hieroglif dari Bangsa Mesir dan juga guratan serupa dari Bangsa Indian Aztec, Maya dan Inca di Amrik Selatan dan Tengah. Dan jangan lupa, banyak lho prasasti (batu bertulis) yang ditemukan para arkeolog di negeri kita. Misalnya Prasasti Yupa dari Kerajaan Kutai, Kalimantan; Prasasti Purnawarman dari Kerajaan Taruma, Jawa Barat; Prasasti Dinoyo dari Jawa Timur, Prasasti Kedukan Bukit dari Kerajaan Sriwijaya dan masih banyak lagi.... Dari kegiatan tulis menulis ini, sekarang kita semua menikmati hasilnya yang asyik. Ada buku tulis berbagai merek dan bentuk, ada disket, ada microfilm, ada e-mail, ada powerbook dan masih banyak lagi. Semua penemuan alat tulis ini memudahkan dan memanjakan sohib semua. Nggak kebayang kan kalo bikin catetan sekolah aw (atau, dari bhs. Arab) kuliah, sobat sobit ngegembol lempengan tanah liat atau batu. Bisa terseok-seok deh jalannya, emangnya truk pengangkut bahan bangunan? 

Sesungguhnya menulis adalah \'anak kandung\' membaca. Janganlah sobat sobit mengartikan membaca secara sempit. Sesungguhnya, ia memiliki arti luas. Disini, membaca tidak hanya melibatkan organ tubuh yang disebut mata (plus kacamata bagi yang udah nggak sempurna). Tetapi terlibat juga organ telinga dan \'hati\'. \"Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk isi neraka Jahannam kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah)....\" (QS &:179) 

Nah, udah tahu kan ternyata modal membaca nggak cuma mata. Betapa banyak tanda-tanda kekuasaan Allah yang bisa kita tarik hikmahnya bila kita memanfaatkan mata, telinga dan hati. Misalnya, keteraturan gerak benda-benda langit menunjukkan, ketaatan pada hukum Allah akan membawa ketentraman sejak jaman mereka diciptakan sampai nanti tibanya masa kiamat. Karena mereka patuh kepada Allah, nggak pernah kan terjadi tawuran antar benda langit? Disana nggak pernah terjadi saling rusak karena ingin memamerkan kekuatannya dan ingin menundukkan benda lain. Iya kan? Makanya, taatlah kepada aturan Allah, dijamin bahagia.... 

Siapa pun tahu kalo menulis mempunyai beberapa kelebihan dibandingkan berbicara. Yaitu: 1. Pesan yang disampaikan lebih akurat sesuai dengan keinginan si penulis. 2. Lingkup jangkauannya lebih luas apalagi jika diedarkan ke seluruh dunia. 3. Jangka waktu penyampaian pesan lebih lama sesuai dengan keberadaan si tulisan. Menyadari manfaat menulis yang sedemikian besar, sejarah Islam dihiasi oleh aktivitas tulis menulis yang luar biasa. Karena itulah Khalifah Utsman ra menghimpun dan membuat standar mushaf al-Qur\'an sehingga kaum muslimin di seluruh dunia hingga hari kiamat dapat membaca kitab sucinya dalam satu versi. Karena itulah Imam Bukhari merintis penulisan kitab Shahihnya agar kaum muslimin dapat mengetahui hadits Rasulullah saw. Karena itulah Imam At-Tabari menyusun kitab Sirahnya agar kaum muslimin meneladani perihidup Nabi Muhammad saw. Pokoknya, kalo mo diuraian seluruh karya tulis umat Islam, waahh....nggak sanggup, deh! Ngomong-ngomong, ada lho kegiatan menulis yang dilaknat oleh Allah. Apa, ya? 

\"Maka kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang menulis Al-Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya: \"Ini dari Allah\", (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan besarlah bagi mereka, akibat dari apa yang mereka kerjakan.\" (QS 2: 79) 

Banyak juga lho perbuatan menulis yang haram. Pasti deh sohib semua tahu. Yap...segala yang mengundang kepada perbuatan keji dan mungkar itu haram ditulis. Wah, kalo gitu, buku itu amat penting dong bagi kehidupan kita. Betul sekali! Seluruh gerak gerik yang terjadi di alam semesta ini tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). Baca deh QS 6 ayat 59. Dan khusus buat manusia, dia selalu berhubungan dengan penulisan dan buku. Buku yang mana tuh? Kelak di Yaumil Hisab (Hari Perhitungan) seluruh manusia - muslim aw kafir- akan mendapat buku. Gratis, akurat banget tapi dahsyat. 

Buku catatan ini akan menentukan tempat kita, surga or neraka. Biar manteb (pake b), simak kitab al-Qur\'an-mu, lengkapnya di QS 17:71; QS 39:69; QS 45:28-29; QS 50: 16-17; QS 54: 52; QS 69:25; QS 78: 29; QS 84: 7 & 10. 

Sesungguhnya, menulis adalah \'anak kandung\' membaca. Jadi, banyaklah membaca bacaan yang diridhoi-Nya lalu menuliskannya biar kamu tambah pinter dan tambah menyebar dakwahnya. Dan jangan lupa...ini senandung penting buat sobat sobit semua: - lis ditulis tulis, manteb ngingatnya.... - lis ditulis tulis, makin cerdas aja....ok thanks sobat-sobit semua ya, semoga bermanfaat....!